Jumat, 25 Mei 2012

Euro Mengalami penurunan Terbesar tahun ini

Sara Rakyat : Euro menjelang penurunan mingguan terbesarnya tahun ini seiring krisis Eropa yang makin berlarut-larut. Euro terus melemah terhadap mata uang lainnya sejak 18 Mei lalu sebelum sebuah data dirilis minggu depan yang diprediksi akan menunjukkan kepercayaan konsumen di Eropa sedikit terkoreksi bulan ini.
Sementara tingkat penangguran pada bulan April diprediksi akan naik ke titik tertingginya dalam 21 tahun terakhir. indeks dolar naik ke kisaran tertingginya dalam 20 bulan terakhir seiring investor yang beramai-ramai memburu greenback.
Euro sedikit terkoreksi di 1,2537 per dolar AS. kemarin, euro sempat turun ke 1,2516 per dolar AS, kisaran terendahnya sejak 6 Juli 2010. Euro berada di 99,90 yen, setelah sempat turun 0,2 persen menjadi 99,76. Yen sendiri turun 0,1 persen menjadi 76,69 per dolar AS.
Euro menuju penurunan sebear 1,9 persen terhadap dolar AS minggu inin, penurunan terbesarnya sejak 16 Desember. Dalam periode yang sama, euro turun 1,1 persen.
Sebuah data akan dirilis dan mungkin akan menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen sedikit terkoreksi menjadi minus 19,3  pada bulan Mei lalu dari kisaran minus 19,9 dari bulan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran di bulan April mungkin akan naik 11 persen, kisaran tertingginya sejak 1990.
Sementara data dari Italia diperkirakan akan menunjukkan penjualan ritel turun 0,2 persen pada bulan Maret lalu setelah naik 0,6 persen di bulan sebelumnya.


Sumber Berita: financeroll.co.id

0 komentar:

Posting Komentar