Sara Rakyat : Euro menjelang penurunan mingguan
terbesarnya tahun ini seiring krisis Eropa yang makin berlarut-larut.
Euro terus melemah terhadap mata uang lainnya sejak 18 Mei lalu sebelum
sebuah data dirilis minggu depan yang diprediksi akan menunjukkan
kepercayaan konsumen di Eropa sedikit terkoreksi bulan ini.
Sementara tingkat penangguran pada bulan
April diprediksi akan naik ke titik tertingginya dalam 21 tahun
terakhir. indeks dolar naik ke kisaran tertingginya dalam 20 bulan
terakhir seiring investor yang beramai-ramai memburu greenback.
Euro sedikit terkoreksi di 1,2537
per dolar AS. kemarin, euro sempat turun ke 1,2516 per dolar AS, kisaran
terendahnya sejak 6 Juli 2010. Euro berada di 99,90 yen, setelah sempat
turun 0,2 persen menjadi 99,76. Yen sendiri turun 0,1 persen menjadi
76,69 per dolar AS.
Euro menuju penurunan sebear 1,9
persen terhadap dolar AS minggu inin, penurunan terbesarnya sejak 16
Desember. Dalam periode yang sama, euro turun 1,1 persen.
Sebuah data akan dirilis dan mungkin
akan menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen sedikit terkoreksi
menjadi minus 19,3 pada bulan Mei lalu dari kisaran minus 19,9 dari
bulan sebelumnya. Sementara tingkat pengangguran di bulan April mungkin
akan naik 11 persen, kisaran tertingginya sejak 1990.
Sementara data dari Italia diperkirakan
akan menunjukkan penjualan ritel turun 0,2 persen pada bulan Maret lalu
setelah naik 0,6 persen di bulan sebelumnya.
Sumber Berita: financeroll.co.id







0 komentar:
Posting Komentar