Suara Rakyat : Dolar AS melemah, turun dari puncak harga tertingginya sejak
2010 setelah jajak pendapat di Yunani menunjukkan dukungan bagi
pemerintah saat ini, hal ini meredakan kekhawatiran sebelumnya yang
menilai Yunani berpotensi keluar dai Zona Euro.
Indek Dolar AS turun ke 82.228 dari sebelumnya di 82.4 yang merupakan indek Dolar tertinggi sejak 2010 silam.
Dalam perdagangan antara Euro dengan Dolar AS, EUR/USD hampir
datar-datar saja dengan berakhir di $1.2540 dari $1.2514. Pergerakan
antara Euro dan Dolar AS memang terpengaruh oleh hasil jajak pendapat,
melihat pada Jumat kemarin Euro terpuruk hingga ke level terendah dalam
dua minggu ini.
Hasil jajak pendapat di Yunani mengisyaratkan dukungan bagi partai
yang mendukung dana bantuan. Dengan kata lain, rakyat Yunani tidak
keberatan dengan dana bantuan tersebut dengan segala konsekuensinya
yaitu pengetatan anggaran. Meski demikian, melihat Pemilu masih akan
dilakukan dalam beberapa minggu lagi, diperkirakan bahwa ketidak pastian
akan menyelimuti Yunani pula. Artinya hal ini serta merta tidak
menghilangkan kekhawatiran pasar bahwa kemungkinan Yunani keluar dari
Euro masih terbuka. Grexit, istilah yang popular atas was-was pasar akan
keluarnya Yunani dari Zona Euro akan berimbas pada ketidakstabilan Euro
lebih lanjut.
Sementara dalam perdagangan antara Dolar AS dan Yen Jepang, USD/JPY
menurun dari 79.455 Yen Jepang menjadi 79.67 Yen Jepang saja.
Pasar AS pada hari Senin tutup atas libur nasional AS.(Follow Twitter @hqeem)
Sumber Berita: financeroll.co.id







0 komentar:
Posting Komentar