Senin, 21 Mei 2012

Euro rally, untuk sementara

Suara Rakyat : Euro berhasil rally hari ini, berusaha menjauhi level terendah dalam empat bulan terakhir yang dicapai minggu lalu. Namun, tanpa faktor pendukung yang solid, rally ini tidak akan bertahan lama.
Euro berhasil menyentuh $1,2812, menguat dari level penutupan akhir pekan lalu $1,2778. Penguatan euro ini datang menyusul berita mengenai  gagasan pembuatan obligasi Eropa, yang kemungkinan akan dibahas minggu ini. Sumber menyebutkan Presiden Perancis Francois Hollande mengangkat wacana obligasi zona euro dalam pertemuan G-8 akhir pekan lalu, dan akan membicarakannya lagi ketika bertemu pemimpin Uni Eropa di Brussels Rabu nanti.
Jerman dan Perancis akan mengadakan pertemuan informal hari ini, sebagai persiapan pertemuan Rabu nanti. Hasil yang positif mungkin bisa menjadi penopang euro. Ide obligasi zona euro ini kemungkinan mendapat dukungan dari Italia, Spanyol dan Komisi Eropa, namun belum dari Jerman. Pertemuan nanti dijadwalkan juga membahas pertumbuhan dan investasi. Rencana ini memberi sedikit dorongan ke euro setelah pernyataan dari G-8 gagal meyakinkan pasar.
Dalam pertemuan kelompok negara maju itu, para pemimpin mendukung Yunani tetap di zona euro dan berusaha menemukan keseimbangan antara pertumbuhan dan penghematan anggaran.  Namun pernyataan itu dianggap kurang jelas dan hanya bersifat retorika. Tidak ada langkah kongkrit yang dihasilkan dari pertemuan itu.
Mata uang tunggal Eropa itu sempat tenggelam di $1,2642 Kamis lalu karena kekhawatiran mengenai krisis Yunani dan Spanyol. Kehawatiran mengenai Yunani keluar dari zona euro dan krisis perbankan Spanyol menghantam euro dalam beberapa minggu terakhir.  Euro memang berhasil menghindari level terendah Januari $1,2624. Tapi bukan berarti tren euro sudah berubah, ini hanya sekedar fase koreksi setelah kejatuhan tajam. Hal ini karena belum ada perubahan dari kondisi fundamental di kawasan Eropa.
Sayangnya, penguatan euro ini tidak begitu diikuti oleh sterling dan aussie, yang turut merana selama minggu lalu. Sterling berusaha bangkit setelah tumbang ke $1,5752, namun masih kesulitan meraih $1,60 lagi. Aussie, yang anjlok ke level terendah dalam enam bulan terakhir minggu lalu, masih kesulitan merangkak naik.
Masalah Eropa memicu risk aversion selama dua pekan terakhir. Alhasil, dollar dan yen menjadi pelarian. Indeks dollar mencapai level tertinggi dalam empat minggu terakhir pekan lalu. Namun mata uang AS ke 78,99 yen. Pasar menantikan hasil pertemuan BOJ Rabu, yang diharapkan adanya stimulus moneter tambahan. Agar yen bisa melemah, jumlah stimulus harusnya substansial.

0 komentar:

Posting Komentar