Jumat, 11 Mei 2012

Dolar masih terlalu kuat, terpanjang sejak 2008

Suara Rakyat : Dolar AS nampaknya masih kokoh bagi enam mata uang lainnya di pasar uang, terbukti dalam perdagangan Kamis (10/05) berakhir menguat hingga mencetak rekor kenaikan beruntun dalam sembilan sesi, terpanjang sejak Agustus 2008 silam. Dolar AS menurun sedikit atas Euro setelah kehawatiran akan kondisi Eropa mereda menyusul kondisi Yunani yang membaik setelah terlihat adanya solusi politik dan perbankan Spanyol juga mendapat dukungan keuangan. Indek Dolar naik ke 80.159, dari sebelumnya di 80.083. Indek Dolar AS naik sembilan kali beruntun sejak Agustus 2008 setelah angka kredit AS menurun dan naik 11 kalinya setelah usaha AS menyelamatkan Fannie Mae dan Freddie Mac. Kemajuan yag tercapai di Yunani, dimana para politisi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan politik menyusul hasil pemilihan suara akhir pekan kemarin dimana pemimpin Partai Demokrat Kiri setuju untuk mendukung partai pesaingnya dalam pemerintahan yang ada saat ini. Sebelumnya, dua partai besar yang mendapat perolehan suara mayoritas di pemilihan Minggu kemarin telah gagal mencapai kesepakatan koalisi di pemerintahan. Hal ini akan membuat pemilihan putaran kedua akan dilakukan setidaknya di awal bulan depan. Pemilihan umum kembali ini akan membuat kondisi politik di Yunani makin tidak menentu dan hal ini tidak disukai pasar. Pengumuman kesepakatan politik ini membuat Euro membaik dan pulih dari keterpurukannya. Terlebih dengan kabar yang menyatakan bahwa perbankan Spanyol mendapat sokongan keuangan untuk menstabilkan sektor keuangan di negeri Matador tersebut. Meski demikian, sinyal positif ini tidak mampu bertahan lama, setidaknya dalam jangka pendek kembali Dolar akan terus menguasai. Hal ini tak lepas dari kenyataan bahwa berbagai kebijakan yang ada masih harus dijalankan oleh Eropa untuk mendapatkan bantuan keuangan internasional dalan memulihkan krisis hutang di Kawasan Euro. Terbukti saat Cina mengeluarkan data impor dan aktifitas ekspornya, yang menyatakan menurun sepanjang bulan April, praktis Dolar mendapat dorongan menguat kembali atas kegamangan pasar akan kondisi ekonomi global. Arus safe haven kembali mengalir ke Dolar. Euro turun ke $1.2943, dari sebelumnya di $1.2954. Euro sempat naik ke $1.2979 diawal sesi perdagangan . Sementara atas Yen Jepang, Dolar naik ke ¥79.99, dari ¥79.65. GBPUSD, diperdagangkan naik ke $1.6156, dari sebelumnya di $1.6141. setelah Bank sentral Inggris memutuskan mempertahankan suku bunga saat ini sebesar 0.5% dan menyatakan tidak akan melakukan kebijakan pembelian asset. Sementara DOlar Australia, AUDUSD menguat ke $1.0099 dari $1.0058 atas data ketenagakerjaan Australia dibulan April. (Follow Twitter @hqeem) Sumber Berita: financeroll.co.id

0 komentar:

Posting Komentar