Senin, 28 Mei 2012

Pergerakan Rupiah Masih Hantui Indeks

Suara rakyat : Penurunan nilai tukar rupiah hingga sempat menembus di atas 9.500 per dolar Amerika Serikat memicu kepanikan investor, terutama asing, yang akan mengalami kerugian dua kali. Yakni dari jatuhnya harga saham serta pelemahan rupiah. Hal ini membuat investor asing keluar dari bursa domestik sepanjang Mei.

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jumat lalu, ditutup turun signifikan 82,365 poin (2,07 persen) ke level 3.902,508. Sehingga dalam sepekan turun 77,99 poin (1,96 persen) dari posisi pekan sebelumnya di 3.980,496.

Sepanjang bulan ini indeks telah melorot 278,22 poin (6,65 persen) dari posisi akhir April lalu di 4180,732. Dalam sepuluh hari transaksi terakhir, indeks mengalami koreksi sebanyak tujuh kali.

Jatuhnya bursa Wall Street akhir pekan lalu dan antisipasi keluarnya data-data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini bakal membayangi pergerakan indeks. Masih tingginya ketidakpastian di Eropa dan pelemahan nilai tukar rupiah bisa membebani perdagangan bursa domestik.

Kepala Riset dari PT eTrading Securities, Betrand Raynaldi, mengungkapkan, tekanan jual yang cukup besar membuat indeks jatuh cukup tajam hingga mendekati pergerakan rata-rata (MA) 200 harian di 3.887 akhir pekan lalu. Pekan ini indeks masih berpeluang melemah hingga ke level 3.838.

“Namun, bila berhasil menyentuh level 3.914, indeks berpotensi berbalik arah menguat, karena indikator MACD histogram akan membentuk pola golden cross,” tuturnya.

Pekan ini indeks masih akan fluktuatif dan bergerak dengan rentang antara 3.838 dan 3.950. Saham-saham yang bisa menjadi pilihan investor antara lain BW Plantations (BWPT), London Sumatra (LSIP), serta Sampoerna Agro (SGRO).
 Sumber berita. Tempo. Com

0 komentar:

Posting Komentar