Rabu, 02 Mei 2012

Data Chinese HSBC Manufacturing PMI Naik

Indeks aktivitas manufaktur China membaik lebih jauh dibulan April dari bulan sebelumnya, yang memberikan sinyal mulai stabilnya kondisi ekonomi untuk para pabrikan. Indeks Purchasing Manager’s Index naik menjadi 53.3 di bulan April, naik dari sebelumnya 53.1 di bulan Maret, menurut sebuah data daru China Federation of Logistics & Purchasing. Angka diatas 50 memberikan indikasi adanya kemajuan atau perkembangan kondisi usaha secara keseluruhan, sementara angka dibawahnya memberikan sinyal pengulangan. Sementara dari Austrlia dilaporkan, Keputusan RBA untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan dari 4,25% menjadi 3,75%, yang merupakan penurunan terbesar dalam 3 tahun terakhir, telah melambungkan obligasi pemerintah dan sebaliknya menghantarkan yield untuk tenor 5, 10 dan 15-tahun ke rekor terendah. Tekanan negatif bagi mata uang yang sering disebut Aussie ini juga datang dari beberapa data ekonomi yang menunjukkan penurunan harga rumah di Australia dan kejatuhan indeks manufaktur ke titik terendah 7-bulan. "Aussie masih akan tertekan dalam jangka pendek, namun kejatuhan hingga di bawah harga terendah bulan April di $1.0225 jelas akan menjadi kejutan," kata Ian Stannard, kepala strategi forex Eropa pada Morgan Stanley. "Fakta bahwa RBA telah bergerak lebih agresif saat ini seharusnya turut mengurangi resiko pemangkasan lebih lanjut, yang pada gilirannya akan dapat menjadi faktor pendukung bagi Aussie." Sementara mayoritas pelaku pasar berpendapat jika permintaan untuk Dollar Australia, bagaimanapun, masih akan tetap tinggi mengingat suku bunga 3,75% yang ditawarkan RBA masih menjadi yang tertinggi di antara mata uang utama lainnya. Australia adalaha mitra daganga terbesar china efek dari data data China tentunya bergerdampak pada pergerakan Aussie


0 komentar:

Posting Komentar