Suara Rakyat : Euro tumbang hari ini, tembus ke bawah level $1,30, setelah hasil pemilu di Perancis dan Yunani menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan upaya pengentasan krisis utang. Para pemilih di Yunani menghukum partai berkuasa pendukung bailout, membawa ketidakpastian akan masa depan Yunani dalam zona euro. Rakyat marah dengan kebijakan penghematan dari koalisi dua partai, Demokrasi Baru dan partai sosialis PASOK. Kedua partai itu, yang mendominasi kancah politik Yunani selama beberapa dekade terakhir, kehilangan banyak suara. Dengan hampir 83% suara sudah terhitung, Yunani terlihat menuju kebuntuan politik. Tidak ada yang memenangkan suara mayoritas untuk membentuk pemerintah. Kedua partai di atas pun kehilangan kursi mayoritas di parlemen. Kehilangan banyak suara membuat mereka menyadari harus membujuk lawan untuk membentuk koalisi. Banyak pemilih yang beralih ke partai kecil, yang beraliran kiri maupun kanan, yaitu Fajar Emas (Golden Dawn) dan Kiri Radikal (Radical Left), atau Syriza. Kedua partai itu dikenal anti bailout. Pasar khawatir instabilitas politik, efek dari koalisi yang dipaksakan, tidak akan baik dan dapat membahayakan masa depan pelaksanaan reformasi. Di Perancis, sang incumbent Nicolas Sarkozy kalah dengan kandidat dari sosialis Francois Hollande, mengubah tatanan politik di negara itu. Hollande memang dengan suara 51,7% atas Sarkozy, yang mendapat 48,3%. Hollande dikenal sebagai politisi yang tidak suka dengan kebijakan penghematan. Hasil pemilu di kedua negara itu membuat euro jatuh sampai $1,2955, terendah sejak 25 Januari lalu. Selama tahun ini, euro berkeliaran antara $1,30-$1,34, pasar menunggu alasan yang tepat untuk membawanya ke atas atau ke bawah level itu. Sampai ada kejelasan soal bagaimana pemerintah koalisi di Yunani terbentuk, dan apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru di Yunani dan Perancis terkait skema bailout dan program penghematan, euro akan tetap tertekan. Hasil pemilu di Eropa membuat dollar berjaya, menguat tidak hanya atas euro, tapi juga sterling, franc dan aussie. Namun, greenback melemah atas yen. Indeks dollar kembali mendekati level 80. Dollar tetap menguat atas rivalnya meski data ketenagakerjaan AS buruk. Aussie jatuh ke level terendah dalam lima bulan terakhir di $1,0118. Ada beberapa data yang terjadwal hari ini, seperti data inflasi dan pengangguran Swiss. Data sentimen investor zona euro dan factory orders Jerman, kalaupun bagus, sepertinya tidak akan banyak membantu euro. Tidak ada data penting terjadwal di AS malam nanti. Fokus pasar masih tertuju ke Eropa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar