Suara Rakyat : Euro menyentuh level terendah dalam dua tahun menyusul serangkaian
data buruk yang memperkuat bukti ekonomi Eropa semakin dekat dengan
resesi.
Indeks PMI manufaktur Jerman dan zona euro semakin kontraksi bulan
lalu. Indeks PMI manufaktur Jerman trunk e 45,9 di Mei dari 46,7 di
April. Sedangkan zona euro turun ke 45 dari 46,9. Sentimen bisnis Jerman
merosot ke 106,9 di Mei dari 109,9 di April, mengindikasikan semakin
banyan kalangan yang pesimis dengan prospek bisnis.
Zona euro juga mencatat kejatuhan pada indeks PMI komposit, atau
gabungan sektor manufaktur dan jasa. Indeks PMI komposit zona euro turun
ke 45,0 pada Mei dari 46 di April. Kondisi di Perancis juga tidak
menggembirakan, di mana indeks PMI manufaktur dan jasanya semakin
tenggelam dalam kontraksi.
Semua data itu datang di saat pasar sedang khawatir Yunani keluar
dari zona euro dan efek dominonya. Muncul berita soal instruksi untuk
menyiapkan rencana antisipasi keluarnya Yunani disepakati Senin lalu
oleh Eurogroup Working Group (EWG), ahli yang bekerja untuk menteri
keuangan zona euro. Pasar semakin pesimis setelah pertemuan Uni Eropa
kemarin tidak menghasilkan apapun.
Pada jam 16:45 WIB, euro diperdagangkan di $1,2568, melemah dari
level penutupan sebelumnya $1,2582. Euro sempat anjlok ke $1,2516.
Terhadap yen, euro melemah ke 99,84 dari 100,1.







0 komentar:
Posting Komentar