SUARA RAKYAT : Dolar dan yen masih melemah setelah
kemarin turun terhadap mata uang utama lainnya setelah the European
Central Bank mengumumkan rencana barunya untuk membeli obligasi sehingga
permintaan akan aset perlindungan menurun.
Greenback masih tertekan terhadap
mata uang beryield tinggi sebelum rilis data pemerintah AS atas bursa
kerjanya. Euro diperdagangakan mendekati level tertingginya dalam dua
minggu setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa para pembuat
kebijakan telah menyetujui pembelian obligasi untuk menurunkan biaya
peminjaman.
Dolar AS terkoreksi ke $1,2640 per
euro di London kemarin ketika level terlemahnya sejak 2 Juli tercatat di
$1,2652. Sepanjang minggu ini dolar telah turun 0,5%.
Yen turun 0,2% ke ¥99,76 per euro
dari levelnya kemarin dan diperkirakan akan terus melemah hingga 1,2%
sejak 31 Agustus lalu. Kemarin yen berada dilevel ¥99,81 per euro,
terlemah sejak 5 Juli. Terhadap dolar AS, yen berada dilevel ¥78,92 per
dolar.
Investor seakan menunggu dampak dari keputusan The European Central Bank yang akan melakukan pembelian obligasi, namun kepercayaan investor akan cenderung turun terhadap elektabilitas euro jika reaisasi pembelian obligasi tarik ulur.







0 komentar:
Posting Komentar