SUARA RAKYAT. Emas berjangka mengakhiri perdagangan yang volatile pada Selasa (18/9/2012) dini hari tadi, menyudahi penguatan dua hari setelah reli kuat pekan lalu ,seiring rencana terbaru Federal Reserve untuk membeli obligasi.
Emas untuk pengiriman Desember turun US$ 2,10, atau 0,1%, ke level US$ 1.770,60 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange.
Emas naik 1,9% pekan lalu karena rencana Federal Reserve untuk memulai langkah pelonggaran moneter baru yang memacu permintaan emas sebagai penyimpan nilai.
"Kabar baik tentang emas saat ini adalah bahwa kita tidak turun secara substansial," kata Adam Klopfenstein, ahli strategi pasar senior di Archer Financial, Chicago. "Pasar mencerna sentimen positif yang besar dari The Fed pekan lalu."
Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan cenderung diuntungkan di tengah kekhawatiran anjloknya mata uang.
Anne-Laure Tremblay, analis logam mulia di BNP Paribas mengatakan, kebijakan akomodatif bank sentral bisa memberi dukungan lebih untuk emas, "Tambahan likuiditas pasar dan risk appetite lebih tinggi adalah dua faktor utama yang mendukung perkiraan harga positif emas kami di kuartal keempat 2012, dan semester pertama 2013," ujarnya.
Dolar tidak menawarkan banyak arah untuk emas, dimana baru-baru ini diperdagangkan naik tipis. Indeks dolar ICE, yang mengukur unit AS terhadap enam mata uang utama, naik menjadi 79.013, naik tipis dari 78.864 pada perdagangan akhir di Amerika Utara sebelumnya.
Komoditas denominasi dolar cenderung melemah atas pengautan dolar, karena harganya lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Perak untuk pengiriman Desember turun 29 sen, atau 0,8%, menjadi US$ 34,37 per ons. Tembaga kehilangan 4 sen, atau 1,1%, ke US$ 3,79 per pon. Platina Oktober turun US$ 41,10, atau 2,4%, menjadi US$ 1.672,60 per ons







0 komentar:
Posting Komentar