SUARA RAKYAT : Euro menguat setelah Bloomberg TV
melaporkan rencana pembelian obligasi ECB tidak memiliki batasan jumlah,
disterilisasi, dan tidak akan menargetkan batas atas biaya pinjaman
obligasi pemerintah. ECB akan lakukan pertemuan kebijakan moneter besok
dimana pasar mengharapkan ECB akan mengaktifkan kembali program
pembelian obligasi demi redakan gejolak krisis utang zona-euro.
Sementara Pada hari yang sama, Bank sentral Spanyol pada hari Rabu mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengkonfirmasikan jika mereka telah memberikan batuan likuiditas luar biasa kepada bank-bank lokal melalui sarana non-tradisional, meskipun mereka mengklaim jumlah dana yang diberikan masih kecil.
Pernyataan dari Bank of Spain tersebut dikeluarkan untuk menanggapi pemberitaan Wall Street Journal
yang menyoroti kekhawatiran bahwa bank-bank Spanyol mungkin tidak akan
memiliki cukup jaminan untuk menerima pinjaman dari European Central
Bank.Sementara Pada hari yang sama, Bank sentral Spanyol pada hari Rabu mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengkonfirmasikan jika mereka telah memberikan batuan likuiditas luar biasa kepada bank-bank lokal melalui sarana non-tradisional, meskipun mereka mengklaim jumlah dana yang diberikan masih kecil.
Dengan keluarnya pernyataan tersebut berarti otoritas perbankan Spanyol telah mengaktifkan program Emergency Liquidity Assistance
(ELA), yang memungkinkan kreditur untuk meminjam secara langsung dari
Bank of Spain tanpa harus melewati persyaratan jaminan yang relatif
ketat dari ECB.
Sementara itu, UBS beranggapan euro dapat lanjutkan rally seiring meningkatnya kemungkinan ECB akan membeli obligasi pemerintah Spanyol secara agresif dalam beberapa minggu mendatang. "Meskipun EUR/USD dapat rally hingga $1.30 namun penguatan tidak akan bertahan lama. Akan ada dampak dari kebijakan pembelian obligasi terhadap neraca bank sentral dan kurangnya keharmonisan kebijakan dapat membawa euro turun lagi ke $1.20 dalam tiga bulan mendatang," ujar analis UBS yang diwawancarai Dow Jones.
Sementara itu, UBS beranggapan euro dapat lanjutkan rally seiring meningkatnya kemungkinan ECB akan membeli obligasi pemerintah Spanyol secara agresif dalam beberapa minggu mendatang. "Meskipun EUR/USD dapat rally hingga $1.30 namun penguatan tidak akan bertahan lama. Akan ada dampak dari kebijakan pembelian obligasi terhadap neraca bank sentral dan kurangnya keharmonisan kebijakan dapat membawa euro turun lagi ke $1.20 dalam tiga bulan mendatang," ujar analis UBS yang diwawancarai Dow Jones.







0 komentar:
Posting Komentar