Senin, 03 September 2012

DOLAR TERGELINCIR

Suara Rakyat : Jatuhnya nilai mata uang AS ini bahkan menyentuh level terendahnya dalam lebih tiga bulan ini, setelah Bernanke menyatakan dia membuka diri atas ide kebijakan kuantitatif guna mendorong pertumbuhan ekonomi AS, namun demikian dia juga mengisyaratkan bahwa kebijakan tersebut  masih perlu meski saat ini tidak secara rinci kapan akan diluncurkan.
Menyikapi pernyataan tersebut, Dolar AS tertekan dimana Indek Dolar yang mengukur kekuatan nilai tukar Dolar AS atas enam mata uang utama langsung merespon turun akhirnya tutup di 81.242, ini merupakan level terendahnya semenjak 21 Mei silam. Sebelum pidato Bernanke, Dolar AS sudah jatuh dikisaran 81.174, dari puncak di 81.304, kemudian jatuh makin dalam ke level terendahnya di 80.964.
Kejadian yang sebelumnya sudah diperkirakan akan membuat pasar bergejolak ini tak urung tetap memberikan kejutan-kejutan bagi pelaku pasar. Dari penutupan perdagangan di Kamis pada 81.704, selama seminggu ini Dolar AS sudah jatuh 0.5% dan selama sebulan ini jatuh 1.7%.
Dalam perdagangan EUR/USD, berakhir naik ke $1.2575 dari sebelumnya di $1.2504 dan dari kisaran $1.2600 sebelum pernyataan Bernanke. Selama seminggu ini, Euro telah menguat sebesar 0.5% dan sepanjang bulan ini mampu naik 2.3% melawan Dolar AS. Diakui bahwa gejolak politik yang akan terjadi di Eropa atas beberap peristiwa politis nantinya akan memberikan ketidak pastian tersendiri bagi masa depan mata uang ini. Dampak gejolak ini, dikhawatirkan mengikis sentiment yang berasal dari AS sehingga mereduksi kekuatan Euro atas Dolar AS.
Pada perdagangan Poundsterling atas Dolar AS., juga menguat ke $1.5880 dari sebelumnya di $1.5788. Selama seminggu ini naik 0.5%  dan naik 1.4% selama sebulan ini.
Yen Jepang juga mendapat berkah dengan menguat atas Dolar AS. Pada perdagangan USD/JPY, Dolar AS turun ke ¥78.34,  dari sebelumnya di ¥78.65. Dolar AS selama seminggu ini berhasil turun 0.4% atas Yen dan naik 0.3% selama Agustus. Jatuhnya output industry Jepang secara mengejutkan dibulan Juli memberikan tekanan bagi Yen, meski tingkat konsumsi rumah tangga Jepang untuk bulan yang sama mengalami penguatan lebih besar dari yang diduga.
Dolar Australia (AUD) dalam perdagangan AUD/USD naik ke $1.0323, dari sebelumnya di $1.0295 dimana selama seminggu ini Aussie mengalami penurunan sebesar 0.7% atas Dolar AS dan jatuh sebesar 1.6% selama sebulan.

0 komentar:

Posting Komentar