Selasa, 10 Juli 2012

EURO ZONE BELUM STABIL

SUARA RAKYAT  : Posisi Euro saat ini memang tak seburuk di tahun 2010. Dimana EUR pernah terpuruk hingga ke level rendah (1.1900-an) terimbas situasi di Yunani. Mulai dari pemangkasan peringkat kredit Athena sampai dengan indikasi menjalarnya masalah sovereign debt ke negara anggota EZ lainnya. Seperti Spanyol, Portugal, maupun Irlandia.
Dan meski sempat mampu mencapai level highest (di level 1.4830) sejak pembentukannya yakni pada awal Mei 2011. Euro pun kembali terjungkal hingga ke level terendahnya di tahun 2012. Mata uang yang merupakan riskier assets itu pun terindikasi bakal menyentuh atau bahkan yang terburuk bisa menembus level 1.2000-an dalam waktu dekat ini.

Tak hanya negara-negara kumpulan Zona Euro yang bergulat dan membahas mengenai persoalan krisis utang Eropa. Semua pihak pun telah terpicu mempelajari seluk-beluk permasalahannya hingga berupaya mencarikan solusinya. Paling tidak, agar tak sampai terkena dampak negatifnya. Baik negara-negara yang tergabung dalam G7 berikut yang baru saja menyelenggarakan pertemuan penting yakni G20. Sedangkan para petinggi Eropa tak henti-hentinya berjuang keras menyelamatkan perekonomian Eropa dari ancaman yang lebih buruk.
Anggota Eropa dengan skala ekonomi yang lebih besar juga tak luput dari potensi terjangkiti. Maraknya pemberitaan downgrade peringkat kredit negara maupun sektor perbankan Spanyol diantaranya. Belum lagi tentang indikasi terpuruknya Itali berikut Siprus. Sangat menyedihkan sekali dan akan membahayakan perekonomian global, apabila Eurozone’s debt crisis semakin memperburuk outlook ekonomi dunia. Padahal, isu perlambanan ekonomi global telah menghadang dua negara dengan perekonomian terbesar, yaitu AS & China.
Dengan berbagai permasalahan yang menghantui Yunani dan laksana tak henti-hentinya, timbul banyak pertanyaan di benak pikiran saya. Dan bahkan mungkin bagi sebagian besar pelaku pasar. “Masih layakkah Yunani tergabung dalam Eurozone? Mungkin, ada baiknya apabila Athena tak lagi menjadi anggota Eurozone. Karena sudah berulang kali Yunani terus-menerus merongrong mata uang tunggal mereka. Dan bukan tidak mungkin, bakal ada lagi masalah-masalah lain yang potensi mengganggu hingga mengindikasikan bahaya yang lebih mengerikan buat EUR.
Kendati berbagai sentimen negatif berulang kali mengepung Yunani, keluarnya Athena dari keanggotaannya di blok Eurozone, tak menjadi penjamin amannya mata uang tunggal zona euro dari deraan depresiasi yang mungkin mengelilinginya. Apalagi, dengan isyarat problema kesehatan ekonomi yang menyeruak dari negara-negara anggota euro lainnya. Baik itu Spanyol, Itali dan sangatlah mungkin menerpa anggota zona euro lainnya. Oleh karena itu, terus waspadai Benua Biru!!!

0 komentar:

Posting Komentar