Suara Rakyat : Euro diperdagangkan semakin melemah
terhadap dolar AS, Rabu, setelah data sektor perumahan AS mengangkat
greenback setelah ketidakpastian yang dikeluarkan oleh Kanselir Jerman
menekan euro.
Kekhawatiran atas prospek untuk AS
mereda setelah data resmi menunjukkan bahwa jumlah pembangunan rumah
baru AS naik melampaui perkiraan pada bulan Juni, mencapai tingkat
tertingginya sejak April 2010.
Departemen Perdagangan mengatakan
pembangunan perumahan AS meningkat 6,9% di Juni dengan penyesuaian
musiman menjadi 760.000, berbanding ekspektasi untuk kenaikan sebesar
5,2%. Laporan tersebut juga melaporkan jumlah izin bangunan yang
dikeluarkan turun 3,7% pada bulan Juni menjadi 755.000.
Sehari sebelumnya, Bernanke
memberikan pandangan suram terhadap prospek ekonomi AS dalam
testimoninya di Senat pada hari Selasa, namun gagal menunjukkan secara
eksplisit jika langkah-langkah stimulus tambahan akan segera terlaksana.
Bernanke dijadwalkan untuk kembali
memberikan testimoninya pada ekonomi dan kebijakan moneter di hadapan
House Financial Services Committee hari ini.
Euro mengalami tekanan di sesi Eropa
setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan dia tidak yakin proyek
Eropa akan berhasil, tapi menegaskan ia optimis meskipun menghadapi
kesulitan saat ini.
Euro terpantau kembali menjauh dari
level bawah sesi terhadap dolar 1,2216, menyentuh level 1,2266 pada
perdagangan sesi sore AS, atau 0,23%. Euro juga masih mendekati level
penurunan tiga tahun setengah terhadap pound, turun 0,27% ke level
0,7835 dan melemah terhadap yen, turun 0,47% diperdagangkan di level
96,73.
Sementara itu, Jerman menjual lebih
dari $4 miliar obligasi dua tahun pemerintah pada hasil yang negatif
untuk pertama kalinya pada lelang yang sama, mencerminkan kekhawatiran
investor berkelanjutan atas krisis utang di wilayah tersebut.







0 komentar:
Posting Komentar