Suara Rakyat : Dolar menguat terhadap euro dan mata
uang lainnya hari ini setelah The Fed mengecewakan para investor dengan
menghentikan quantitative easing-nya. Euro tampak berada di bawah
tekanan setelah sebuah data menunjukkan sektor swasta Jerman menyusut
pada bulan Juni lalu untuk bulan kedua dengan aktifitas manufaktru yang
turun ke titik terendah sejak tiga tahun terakhir.
Sumber Berita: financeroll.co.id
Hal tersebut mengindikasikan bahwa
negara dengan ekonomi terkuat di Eropa tersebut sedang mengalami
gangguan perkembangan pada kuartal kedua. Namun harapan masih ditumpu
pada Bank Sentral Eropa yang diharapkan akan memangkas suku bunganya
untuk menyelamatkan euro.
Euro melemah 0,4 persen menjadi 1.2650
per dolar AS setelah sempat menyentuh kisaran tertingginya Rabu lalu di
1.2744 per dolar AS.
Indeks dolar, yang menjadi pembanding
nilai dolar terhadap enam mata uang utama lainya, naik 0,13 persen
menjadi 81,717. Dolar sendiri naik 0,2 persen terhadap yen menjadi 79,63
yen.
The Fed memperpanjang Operation Twist
yang harusnya berakhir bulan ini, hingga akhir tahun ini. dalam program
tersebut, The Fed membeli surat berharga jangka panjang senilai 267
milyar dolar AS.
Sumber Berita: financeroll.co.id







0 komentar:
Posting Komentar