Suara Rakyat : Dolar AS menguat atas mata uang besar lainnya dalam
perdagangan Rabu (27/06) hingga penutupan perdagangan New York, dimana
kenaikan atas Euro dipengaruhi oleh pernyataan-pernyataan dari para
pemimpin Uni Eropa sebelum KTT Eropa yang berusaha mencari jalan keluar
bagi krisis hutang di kawasan tersebut.
Indek Dolar AS yang mengukur kekuatan Dolar AS atas enam mata uang
besar lainnya, mengalami kenaikan hingga ke 82.585 dari sebelumnya di
82.365. Dalam perdagangan EUR/USD , mengalami koreksi ke $1.2465 dari
sebelumnya di $1.2499 bahkan sempat menyentuh hingga ke $1.2451 diawal
sesi perdagangan. Dalam perdagangan GBP/USD diperdagangkan di $1.5565,
menurun dari sebelumnya di $1.5647. sementara dalam perdagangan antara
USD/JPY menguat ke ¥79.75, dari sebelumnya yang di ¥79.48. dan
perdagangan EUR/JPY ada di ¥99.41, naik dari sebelumnya di ¥99.26.
Dengan jatuhnya Euro dibawah 100 Yen Jepang, ini bisa menjelaskan
mengapa indek Dolar tetap kokoh meski terjadi arus risk appetite ke
saham dan komoditi.
Dalam KTT Eropa yang dijadwalkan akan mulai Kamis ini, diharapkan
dapat menitik beratkan Pada upaya-upaya nyata dalam mengeluarkan Eropa
dari Krisis ini. Sebuah dokumen yang akan menjadi panduan penyusunan
keputusan KTT ini, menunjukkan upaya penyatuan system perbankan Eropa
dan juga pengawasan perbankan regional. Pun demikian, rancangan tersebut
dianggap kurang bergigi saat membahas koordinasi anggaran dan kebijakan
fiskal yang akan di jalankan.
Pemimpin Jerman secara tegas menyatakan tidak berkenan berbagi hutang
dengan Eropa, dimana menurut Menteri Keuangan Jerman, Wolfgang
Schaeuble menyatakan bahwa pembagian hutang mesti dibarengi dengan
pemindahan kekuasaan juga. Prancis dan beberapa negara lain lebih
mengambil sikap mutualisasi dalam pembagian hutang dikawasan Euro
tersebut setidaknya dengan melunakkkan bea kredit seperti bagi Spanyol
dan Italia.







0 komentar:
Posting Komentar