Suara Rakyat : Euro turun seiring Spanyol yang
bersiap-siap melaksanakan lelang obligasinya masih dalam rangka berjuang
menghadap krisis Eropa yang tidak kunjung usai.
Euro menghentikan kenaikan dua
harinya terhadap dolar AS dan yen sebelum laporan preliminari yang
mungkin akan menunjukkan sektor layanan dan manufaktur Eropa akan
menyusut lagi bulan ini. penyusutan tersebut diprediksikan akan menjadi
yang paling tajam dalam tiga tahun terakhir.
Permintaan dolar terbatas oleh The
Fed yang menghentikan quantitative easingnya. Meskipun demikian,
Operation Twist yang harusnya berakhir bulan ini, diperpanjang The Fed
hingga akhir tahun.
Euro turun 0,3 persen menjadi 1.2670
per dolar AS. terhadap yen, euro turun 0,2 persen menjadi 100,85 yen.
Dalam dua hari terakhir, euro menguat 1,6 persen yen. Dolar AS naik 0,1
persen menajdi 79,60 yen.
Spanyol dijadwalkan menjual obligasi
dengan tahun maturitas 2014,2015 dan 2017. Kemarin, imbal balik
obligasi Spanyol turun ke 6,74 persen. pada 18 Juni lalu, imbal balik
obligasi Spanyol naik ke 7,29 persen, kisaran tertinggi sepanjang
sejarah Eropa. Level 7 persen telah membuat sejumlah negara seperti
Yunani, Irlandia dan Portugal menjadi bangkrut.
Menteri keuangan zona Eropa akan
bertemu hari ini di Luxembourg untuk membahas krisis Eropa. Sementara
data jasa dan manufaktur yang akan dirilis hari ini diprediksi akan
melemahkan sentimen pasar.
Disarikan dari berbagai informasi dan artiker seputar Forex







0 komentar:
Posting Komentar