Senin, 16 Juli 2012

KEMUNGKINAN EURO REBOUND HANYA SESAAT

SUARA RAKYAT : Euro berhasil rebound akhir pekan lalu berkat surutnya kecemasan pasar soal ekonomi China. Namun, kondisi ini kemungkinan hanya sementara, dan euro masih rentan akan tekanan berikutnya.
Euro diperdagangkan 0,6% di atas level terendah dalam dua tahun terakhir hari ini. Penguatan euro terjadi menyusul rally saham global berkat berkurangnya kecemasan mengenai ekonomi China, yang dipicy oleh data PDB yang masih sesuai prediksi minggu lalu dan pemerintahnya meningkatkan prospek stimulus bila diperlukan. PDB tumbuh 7,6% di kuartal kedua, masih di kisaran ekspektasi, mengangkat saham Eropa dan AS. 
Euro terbantu oleh kelegaan pasar data China ternyata tidak mengindikasikan hard landing. Euro juga terangkat oleh lelang obligasi Italia yang sukses. Tapi perlu diwaspadai kelegaan ini tidak akan berlangsung lama. Tanpa didukung berita positif baru, penguatan hanya akan tergerus, dan euro melanjutkan trennya.
Euro diperdagangkan di $1,2233, berusaha menjauhi level terendah dalam tahun terakhir $1,2162, yang kini menjadi support kuat. Bila tembus level itu, euro terancam ke $1,2100 Kalaupun bisa melanjutkan gain-nya, Euro sepertinya masih sulit untuk bisa menembus $1,24 dalam waktu dekat. Terhadap yen, euro menguat ke 97,80, setelah tumbang ke level terendah dalam enam minggu terakhir 96,43.
Aktivitas perdagangan akan sepi di Asia dengan ditutupnya pasar Jepang. Tapi akan aktif lagi dalam perdagangan di Eropa dan AS. Eropa akan mengumumkan data inflasi dan perdagangan hari ini, angka yang mengecewakan dapat menjadi alasan untuk menekan euro lagi. Data inflasi zona euro diperkirakan akan menunjukkan tekanan harga di kawasan itu tetap di 2,4% selama Juni, tidak ada revisi.
Fokus pasar berikutnya adalah data penjualan ritel AS, yang akan diumumkan malam nanti. Data ini diperkirakan akan menunjukkan penjualan naik 0,2% selama Juni. Bila Laporan keuangan korporat AS nanti malam mengecewakan, bisa menjadi faktor yang menekan saham dan akhirnya sentiment secara keseluruhan. Pasar juga menantikan pidato Ketua the Fed Ben Bernanke besok malam, sembari mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan. Pasar juga memantau yield obligasi Spanyol dan Italia, yang masih rawan akan kenaikan.

EURO MENGUAT TAJAM

SUARA RAKYAT : Pemerintah Italia pada  Jum’at ini  menjual obligasi 3 tahun senilai 3,5 miliar euro ($ 4.3 milyar), yang menghasilkan yield’s  4,65%, turun dari 5,30% dalam penjualan di bulan Juni, diberitakan di surat kabar. Biaya pinjaman juga diperkirakan turun setelah imbal hasil obligasi Italia turun dari tingkat atas setelah pertemuan puncak Uni Eropa pada akhir Juni.

Permintaan obligasi melampaui pasokan sebesar 1,73 kali,  naik sedikit dari 1,59 pada bulan Juni. Penjualan tersebut datang setelah perusahaan peringkat Moody menurunkan rating kredit Italia dua tingkat ke Baa2 dari A3 danmenunjukkan  rating pada outlook negatif.

sementara Menguatnya Euro  di sesi New York setelah wakil perdana menteri Spanyol mengutarakan rencana reformasi ekonomi lebih lanjut.

"Kami sedang mendiskusikan dengan partai lainnya untuk mengkaji ulang sistem pensiun," tutur Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria setelah menghadiri pertemuan kabinet.

Saenz juga mengatakan pemerintah telah menyetujui serangkaian program resturukturisasi termasuk administrasi pemerintah, sektor energi, dan liberasilisasi  sektor transportasi. Di lain pihak, menteri anggaran Cristobal Montoro utarakan Spanyol akan menaikan pajak pertambahan nilai (Ppn) dari 18% menjadi 21% pada 1 September mendatang.

disisi lain Bank Spanyol  telah meningkatkan pinjaman mereka dari Bank Sentral Eropa pada bulan Juni lalu ketika mereka mengalami peningkatan ketegangan pada minggu-minggu menjelang pengumuman bailout sebesar € 100 milyar ($ 122 miliar) dari Uni Eropa.
Menurut data yang dikeluarkan hari Jum’at oleh Bank Spanyol, pinjaman naik menjadi € 337.21 miliar pada bulan Juni, dari € 287.81 miliar pada bulan Mei dan € 47.78. miliar pada bulan Juni 2011.

Simpanan deposito di Bank Sentral Eropa jatuh ke € 27.79 miliar pada Juni dari € 36.83 miliar pada Mei. Bank sentral pada awal bulan ini memotong suku bunga deposito menjadi 0% dari 0,25%